SIM-RS RS Tk II Kartika Husada

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan harus senantiasa meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan harapan pelanggan, guna untuk meningkatkan kepuasan pemakai jasa. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, pasal 29 huruf b menyebutkan bahwa rumah sakit wajib memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.

Seiring perkembangan teknologi dan dalam era global saat ini, informasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi seluruh organisasi termasuk dalam tatanan layanan kesehatan secara umum. Selain teknologi, strategi pula dibutuhkan dalam meningkatkan kinerja, strategi membutuhkan akurasi informasi baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang, karena informasi merupakan dasar untuk dapat menentukan arah maupun menjadi alat pemetaan untuk menentukan strategi tindakan yang akan dilakukan.

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) adalah suatu rangkaian kegiatan yang mencakup semua pelayanan kesehatan (rumah sakit) disemua tingkatan administrasi yang dapat memberikan informasi kepada pengelola untuk proses manajemen (berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian informasi dan analisa) pelayanan kesehatan di rumah sakit6. Peran sistem informasi didalam kegiatan manajemen rumah sakit sangatlah membantu dan mempunyai peran yang sangat efektif dalam proses pelayanan kesehatan di rumah sakit, dengan sistem informasi seorang pemimpin rumah sakit dapat mengambil suatu kebijakan secara cepat, tepat dan akurat berdasarkan informasi yang didapat dari pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya.

Implikasi dalam kerangka kerja menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) untuk petugas kesehatan seperti dokter, perawat, dokter gigi, dan lain-lain tentu dapat berbeda menurut jenis fasilitas pelayanan yang diberikan masing-masing profesi tersebut kepada klien, dan tanggung jawab profesional.  Perubahan yang ada dalam penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) dalam pelayanan adalah peningkatan efisiensi dalam hal waktu karena petugas tidak perlu untuk menanyakan/mencari data secara berulang kepada klien, adanya perbaikan akurasi karena informasi yang didapatkan adalah informasi yang akurat dari riwayat sampai dengan status keadaan paling mutakhir, ketepatan waktu, ketersediaan informasi sehingga terdapat produktivitas yang tingi dalam pelayanan kesehatan.

Penggunaan sistem komputer dalam pelayanan kesehatan meningkatkan kualitas, keamanan, dan konsistensi perawatan klien, dengan akses cepat dan mudah ke informasi klinis yang berhubungan dengan kesehatan individu. sistem ini menyediakan informasi dan sumber terbaik pada praktek klinis dan merupakan suatu alat yang secara cepat masuk dengan semua anggota tim kesehatan.

Sebagai suatu sistem layanan kesehatan, di beberapa negara yang sedang dalam masa transisi dari paper-based menuju computer-based record, salah satunya adalah di Rumah Sakit Tk II Kartika Husada, Kalimantan Barat saat ini sudah menggunakan dan mengembangkan SIMRS guna untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Dijelaskan, berdasarkan UU No 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, dimana setiap rumah sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua kegiatan penyelenggaraan RS dalam bentuk Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Oleh karenanya, setiap rumah sakit wajib menjalankan SIMRS dengan menggunakan open source seperti yang telah diatur dalam Permenkes No 82 Tahun 2013 tentang SIMRS.